Rabu, 17 Agustus 2011

Hajar Aswad, datang dari langit

assalamualikum, akhi, ukhti, saudara, saudari yang di rahmati oleh Allah SWT (kaya lagi proklamasi, hehe). wahai para pemuda pemudi,,, apakah kalian tahu tentang batu Hajar aswad yang berada di sudut Ka'bah itu...??? mari kita simak penjelasan berikut,, teng, teng,, teng,, jangan pada tidur yakk..



Hajar aswad merupakan batu yang dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim a.s. Dahulu kala batu ini memancarkan sinar yang sangat terang dan dapat menerangi seluruh jazirah arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya batu ini berubah menjadi berwarna hitam. Batu ini memiliki bau yang sangat harum yang tidak ada bandingannya dengan minyak wangi apapun di dunia ini sejak zaman dahulu kala. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut diletakkan di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi orang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat berthawaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau, hingga para Tabi’in dan dilanjutkan oleh kaum muslimin.
                Hajar Aswad merupakan area sempit dan tempat permulaan thawaf. Sebelum thawaf kiata harus memberi salam kepada Hajar Aswad tsb. Disunnahkan mengusap atau menciumnya, kalau tidak bisa, kita cukup melambaikan tangan saja kepada Hajar Aswad.
                Seakarang, kenapa Hajar Aswad itu dibesar-besarkan dan dicium sedangkan ia hanya sebuah batu? Nah sekarang kita perhatikan cerita di bawah ini.  Dengar baik-baik yaa anak-anak.. hehe
                Pertanyaan diatas sebetulnya sudah dilontarkan oleh Amirul mu’minin, Sayyidina Umar bin Khattab disaat mencium Hajar Aswad. Beliau berkata kepadanya:
“ Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah baatu yang tidak mendatangkan bahaya dan tidak dapat memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasulullah SAW menciummu niscaya aku tidak akan menciummu”(HR.Al-Imam Bukhari dan Muslim) (shahih)
                Memuliakan Hajar Aswad bukanlah adat masyarakat Jahiliyyah. Hajar Aswad berada ribuan tahun sebelum orang-orang Jahiliyyah menduduki Kota Makkah. Hajar Aswad berada disudut Ka’bah, seumur dengan umur Ka’bah itu sendiri. Disaat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, tinggal satu bagian yang belum terpasang yaitu Hajar Aswad. Lalu Nabi Ismail pergi mencari sesuatu.
                Nabi Ibrahim berkata: Wahai putraku Ismail, carilah sebuah batu seperti yang aku perintahkan.” Lalu Nabi Ismail pergi mencarinya dan tidak mendapatkannya. Beliau kemudian kembali ke Ka’bah dan melihat di tempat tersebut telah terpasang Hajar Aswad. Maka Nabi Ismail bertanya kepada ayahnya: wahai ayahku, siapakah gerangan yang membawa batu ini kepadamu?”
                Nabi Ibrahim berkata:Yang membawanya kepadaku adalah Malaikat Jibril a.s. ia membawanya dari surga”
                Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya:
sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah dua buah batu diantara bebatuan yaqut yang telah diambil dari surga, andaikan Allah tidak menghilangkan cahayanya niscaya sinarnyaakan menerangi antara belahan bumi timur dan barat”(HR.Al-Imam Ahmad) (shahih)
                Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepantasnyalah bahwa kita haru mengikuti segala perintahnya tanpa pamrih. Apa yang dilakukan Nabi SAW maka lakukanlah, dan apa-apa yang dilarang oleh Nabi SAW jauhkanlah. Mencium atau mengusap Hajar Aswad saat thawaf adalah anjuran Nabi Muhammad SAW, karena beliau selalu menyentuhnya dengan tangannya yang lembut serta menciumnya dengan bibirnya yang mulia.
                Jelasnya, ada beberapa ibadah yang kita tidak perlu mencari-cari apa hikmahnya dari ibadah itu. Karena disitu tersimpan rahasia Allah SWT yang tidak bisa diketahui hambaNya. Maka apa yang diperintahkan Allah SWT lewat Baginda Nabi Muhammad SAW, maka lakukanlah dengan baik dan apa yang dilarangnya jauhkanlah sejauh-jauhnya.
                Semoga Allah memberikan kepada kita jalan yang lurus dan memudahkan kita bisa sampai ke tempat yang mulia Makkah Al-Mukarramah, agar kita bisa menyentuh dan mencium Hajar Aswad sebagaimana Rasulullah SAW menyentuhnya dengan tangan lembutnya dan menciumnya dengan bibirnya yang mulia.Amin...

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes